Macam-macam
majas contohnya
- Alegori, yaitu jenis majas yang menyatakan suatu perasaan melalui kiasan atau penggambaran.
Contoh
: Hidup ini diumpamakan seperti perahu yang tengah berlayar di lautan; suami
sebagai nahkoda,dan istri sebagai juru mudi gelombang
- Hiperbola, yaitu macam majas yang mengungkapkan sesuatu dengan cara yang berlebih-lebihan atau dibesar-besarkan dari kenyataannya.
Contoh
: Jeritan anak itu seakan memecah telinga.
- Metafora,
yaitu gaya bahasa yang membandingkan suatu benda dengan benda lain karena
mempunyai sifat yang sama atau hampir sama.
Contoh : raja siang : matahari, dewi malam : bulan. - Metonimia, yaitu
gaya bahasa dengan mengambil nama/benda lain yang menjadi merek,
ciri khas, atau atribut.
Contoh : memang nyaman tidur diatas afrika. (Africa : Merk karpet). - Personifikasi, Pengungkapan
bahasa dengan menggunakan perilaku manusia yang diberikan kepada selain
manusia.
Contoh : Awan itu berjalan pelan menuju arah selatan. - Eufimisme,
yaitu menyatakan sesuatu yang dianggap kasar/tidak sopan dengan bahasa
yang lebih halus.
Contoh : Tunasusila : pelacur, Belakang : WC, dll - Litotes,
yaitu ungkapan bahasa yang merendah dengan tujuan rendah diri/tidak
sombong.
Contoh : Kalau main ke Jogja silahkan mampir di gubug saya. (gubug : rumah) - Pars pro toto,
yaitu pengungkapan sebagian objek untuk keseluruhan.
Contoh : Semenjak diejek kemarin, si Suto tidak kelihatan batang hidungnya lagi. - Totum pro parte,
merupakan kebalikan dari Pars pro toto. Yaitu penggunaan keseluruhan objek
untuk mengungkapkan sebagian saja.
Contoh : Kemarin, Indonesia menang 10-0 melawan Spanyol saat bertanding bola. (Sebenarnya cuma Timnas saja yang main bukan Indonesia) - Ironi,
yaitu suatu sindiran dengan menyatakan kebalikan dari kenyataanya.
Contoh : Tulisanmu indah sekali seperti tauge kehujanan. - Sinisme,
yaitu kalimat sindiran yang bersifat mencemooh/mengejek. (Lebih kasar
sedikit dari ironi)
Contoh : Kamu kan sudah pinter, ngapain harus belajar. - Sarkasme, Ungkapan
sindiran yang kasar dan menyakitkan hati.
Contoh : Dasar otak udang, dijelasin berkali-kali tetep aja gak ngerti. - Pleonasme, yaitu penambahan keterangan pada kalimat yang sudah jelas maksudnya.
Contoh : Dina, silahkan maju ke
depan!
- Tautologi,
yaitu
pengulangan kata dengan menggunakan sinonimya.
Contoh : Dik, saya sayang dan cinta kamu.. - Klimaks, pengungkapan kata berturut
turut dari terendah meningkat sampai keatas yang lebih tinggi kualitasnya.
Contoh : Anak sekolah dari SD, SMP, SMA semuanya mengikuti upacara 17 agustus. - Antiklimaks,
merupakan
kebalikan dari klimaks. yaitu pengungkapan sesuatu berturut-turut yang
makin lama makin menurun.
Contoh : Para wakil rakyat, dari Presidan, gubernur,Bupati bahkan para camat pun ikut takziyah kerumah mendiang Bapak mantaan presiden. - Paradoks,
yaitu
ungkapan yang menyatakan dua hal yang seolah-olah berlawanan, namun
sesungguhnya keduanya benar.
Contoh : hatinya sunyi tinggal di kota jakarta yang ramai. - Antitesis, yaitu suatu ungkapan yang
menggunakan dua kata yang berlawanan arti antara satu dengan yang lainnya.
Contoh : Susah senang kita tanggung berdua... - Kontradiksi
interminus, yaitu
pernyataan yang bersifat bertolak belakang dengan pernyataan yang telah
disebutkan pada bagian sebelumnya.
Contoh : Semua manusia masuk surga, kecuali yang tidak mau..
Komentar