Protista
Mirip Hewan
Istilah Protozoa berasal dari bahasa Yunani yaitu protos
artinya pertama dan zoon artinya hewan
1. Ciri-ciri Protozoa
- Merupakan organisme bersel tunggal yang sudah memiliki membran inti (eukariota).
- Berukuran mikroskopis, yaitu sekitar 100 sampai 300 mikron.
- Memiliki bentuk bervariasi, ada yang tetap dan ada yang berubah-ubah.
- Umumnya dapat bergerak aktif karena memiliki alat gerak berupa kaki semu (pseudopodia), bulu cambuk (flagellum), bulu getar (cilia), namun ada juga yang tidak memiliki alat gerak.
- Hidup bebas di air tawar dan air laut sebagai komponen biotik. Beberapa jenis Protozoa hidup sebagai parasit pada hewan dan manusia. Protozoa hidup secara heterotrop dengan memangsa bakteri, protista lain, dan sampah organisme.
- Reproduksi secara aseksual dengan pembelahan biner, sedangkan reproduksi seksual dengan penyatuan sel generatif (sel gamet) atau dengan penyatuan inti sel vegetatif (konjugasi).
2. Klasifikasi Protozoa
Berdasarkan alat geraknya dibedakan menjadi 4 kelas,
yaitu :
a. Flagellata (Mastigophora)
Flagellata dari istilah Flagellum (Cambuk) sedangkan Mastigophora dari kata mastix: (cambuk) dan poros (membawa). Merupakan protista yang memiliki alat gerak berupa bulu cambuk.
Flagellata dari istilah Flagellum (Cambuk) sedangkan Mastigophora dari kata mastix: (cambuk) dan poros (membawa). Merupakan protista yang memiliki alat gerak berupa bulu cambuk.
Flagellata dibedakan menjadi 2 kelompok berdasarkan
ada tidaknya klorofil, yaitu:
·
Flagellata yang mempunyai kromatofora dan
struktur yang mengandung pigmen hijau klorofil, disebut kelompok fitoflagellata.Contoh:
·
Euglena viridis, hidup di air tawar
·
Vollvox globator, hidup di air tawar, berkoloni,
merupakan kumpulan ribuan hewan bersel satu yang berflagel dua. Sel-sel
pembentuk koloni dihubungkan dengan benang-benang plasma.
·
Noctiluca miliaris, hidup di laut, mempunyai dua
flagel, yang satu panjang dan yang satu pendek, hewan ini menyebabkan laut
tampak bercahaya pada waktu malam hari.
·
Flagellata yang tidak mempunyai pigmen
klorofil disebut kelompok zooflagellata.
Contoh:
·
Trypanosoma gambiense dan Trypanosoma
rhodosiense, penyebab penyakit tidur pada manusia. Hospes perantaranya
adalah lalat dari genus tse-tse, yaitu Jenis Glosina palpalis dan Glosina
mursitans. Trypanosoma hidup di dalam kelenjar getah bening atau cairan
serebro spinal manusia.
·
Trichomonas vaginalis, parasit pada
vagina saluran urine wanita.
·
Leishmania tropica, penyebab penyakit kalaazar
dengan tanda demam dan anemia.
·
Leishmania tropica, penyebab penyakit
kulit, disebut penyakit oriental.
·
Trypanosoma evansi, penyebab penyakit sura
(malas) pada ternak, hospes perantara lalat tabanus.
b.
Ciliata/Ciliophora/Infosoria
Ciliata (latin, cilia = rambut kecil) atau Ciliophora/Infosoria bergerak dengan cilia (rambut getar). Alat gerak berupa cilia atau bulu getar. Bentuk tubuh tetap dan spesifik, hidup di air tawar yang banyak mengandung zat organik dan bakteri. Ada yang hidup bersimbiosis di dalam usus vertebrata.
Ciliata (latin, cilia = rambut kecil) atau Ciliophora/Infosoria bergerak dengan cilia (rambut getar). Alat gerak berupa cilia atau bulu getar. Bentuk tubuh tetap dan spesifik, hidup di air tawar yang banyak mengandung zat organik dan bakteri. Ada yang hidup bersimbiosis di dalam usus vertebrata.
Cilia membantu pergerakan makanan ke sitostoma.
Makanan yang terkumpul di sitostoma akan dilanjutkan ke sitofaring. Apabila telah
penuh, makanan akan masuk ke sitoplasma dengan membentuk vakuola makanan.
Sel Ciliata memiliki dua inti, yaitu makronucleus dan
mikronucleus. Makronukleus memiliki fungsi vegetatif dan Mikronukleus
memiliki fungsi reproduktif, yaitu pada konjugasi.
Contoh:
·
Paramaecium caudatum, bentuk tubuh seperti sandal,
mempunyai sitostom (celah mulut) pada membran plasma, dan selnya
diselubungi oleh pelikel. Mempunyai dua macam nukleus yaitu mikronukleus
untuk reproduksi dan makronukleus untuk membantu proses fisiologis
yang lain. Mempunyai dua macam vakuola yaitu vakuola makanan berfungsi
utk membantu mencerna makanan dan vakuola kontraktil berfungsi utk
mengeluarkan sisa makanan cair (ekskresi). Rereproduksi secara aseksual
dengan membelah diri dengan arah transversal, dan seksual dengan konjugasi.
·
Stentor, bentuk seperti terompet dan
hidupnya menetap di suatu tempat.
·
Vorticella, bentuk seperti lonceng bertangkai
panjang dengan bentuk lurus atau spiral yang dilengkapi cilia di sekitar
mulutnya.
·
Didinium, predator pada ekosistem perairan,
yaitu pemangsa Paramaecium.
·
Stylonichia, bentuk seperti siput, cilianya
berkelompok. Banyak ditemukan pada permukaan daun yang terendam air.
·
Balantidium coli, habitat pada kolon
manusia dan dapat menimbulkan balantidiosis (gangguan pada perut).
c. Rhizopoda atau Sarcodina
Rhizophoda berasal dari kata rhizo yang berarti
akar dan podos yang berarti kaki jadi Rhizophoda berarti akar kaki
sedangkan Sarcodina ( Sarcodesi yang berarti daging),
Termasuk hewan Uniseluler dan bentuk tubuhnya mudah
berubah.
Alat gerak berupa kaki semu (pseudopodia)
dengan cara menjulur (protoplasma) gerakannya yang disebut amoeboid. Ada
bbrp macam kaki semu, yaitu lobodia (ujung tumpul) dan filopodia (ujung
runcing), dan aksopodia (teratur pd pusat)
Contoh :
- Amoeba
Jenis Amoeba yang hidup di dalam tubuh manusia disebut
Entamoeba, misalnya:
1.
Entamoeba dysentriae, penyebab penyakit disentri, karena
menyerang dan merusak jaringan usus, disebut juga Entamoeba histolitica.
2.
Entamoeba ginggivalis, hidup di rongga
mulut.
3.
Entamoeba coli, hidup dalam kolon, sebenarnya
bukan parasit, tetapi kadang-kadang menyebabkan diare.
- Foraminifera, hidup di laut, memiliki kerangka luar yang terbuat dari kalsium karbonat. Kerangka yang telah kosong mengendap di dasar laut membentuk tanah “globigerina”. Fosilnya berguna sebagai petunjuk dalam pencarian minyak bumi.
- Radiolaria, hidup di laut. Kerangka tubuhnya tersusun dari silikat membentuk tanah radiolaria yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan penggosok.
- Arcella sp, memiliki rangka luar yang tersusun dari zat kitin. Hewan ini banyak terdapat di air tawar. Berbentuk seperti piring, dengan satu permukaan cembung dan permukaan lainnya cekung atau datar , yang ditengahnya terdapat lubang tempat keluarnya kaki palsu.
d. Sporozoa
Sporozoa dari kata spora (benih) dan zoon
(binatang), merupakan hewan berspora, tidak mempunyai alat gerak, bergerak
dengan mengubah kedudukan tubuhnya. Hampir semua spesies ini bersifat parasit
(endoparasit).
Tubuh Sporozoa berbentuk bulat atau oval, mempunyai
nukleus, tetapi tidak mempunyai vakuola kontraktil
Contoh :
- Genus Plasmodium, bersifat parasit pada sel darah (eritrosit) manusia, yaitu menyebabkan penyakit malaria. Vektornya adalah nyamuk Anopheles sp. Reproduksi Plasmodium secara vegetatif berlangsung pada tubuh manusia penderita malaria, dan secara generatif berlangsung pada tubuh nyamuk Anopheles sp betina.
Jenis Plasmodium antara lain :
1.
Plasmodium falcifarum : Penyebab
penyakit malaria Tropica, dengan masa sporulasi 1 atau 2 X
24 jam.
2.
Plasmodium vivax : Penyebab penyakit malaria Tertiana,
dengan masa sporulasi 2 X 24 Jam.
3.
Plasmodium malariae : Penyebab penyakit malaria quartana,
dengan masa sporulasi 3 X 24 jam.
4.
Plasmodium ovale : Penyebab penyakit malaria
ovale.
Siklus Hidup Plasmodium
- Fase Vegetatif : Terjadi pada tubuh manusia penderita Malaria. Manusia dipandang sebagai hospes denifitif. Terdapatnya plasmodium di sepanjang saluran darah. Spora aseksual berkembang biak pada waktu nyamuk anopheles menghisap darah. Siklus hidupnya dimulai dari : Sporozoit – Tropozoit – Shyzoit – Merozoit.
- Fase Generatif :Terjadi di dalam tubuh nyamuk Anophels betina. Anopheles dipandang sebagai hospes intermedier. Terdapatnya plasmodium disepanjang saluran pencernaan dan saluran ludah. Siklus hidupnya dimulai dari Makrogametosit dan Mikrogametosit – Zygot – Ookinet – Oosit – Sporosit – Sporozoit.
- Toxoplasma gondii : Penyebab penyakit Toxoplasmosis, yang menyebabkan keguguran pada ibu hamil, dan mempengaruhi janis, kemunduran mental, kebutaan, pembengkakan hati, hidrosefalus pada janin. Vektornya hewan suku Felidae (Kucing).
Protista Mirip Tumbuhan (Alga)
Yang termasuk dalam kelompok
protista mirip tumbuhan adalah ganggang (alga).
1. Ciri-ciri Alga
- merupakan organisme Eukariotik
- ada yang uniseluler (bentuk benang/pita) dan ada yang multiseluler (bentuk lembaran).
- Memiliki klorofil, sehingga bersifat autotrof. Selain klorofil, alga juga memiliki pigmen lain, seperti fikosianin (warna biru), fikoeritrin (warna merah), fikosantin (warna coklat), xantofil (warna kuning) dan karotena (warna keemasan).
- Tubuh alga/ganggang tidak dapat dibedakan antara akar, batang, dan daun. Tubuhnya berupa thalus, sehingga dimasukkan ke dalam golongan thalophyta.
- Reproduksi secara aseksual (dengan fragmentasi, pembelahan, pembentukan spora) maupun seksual (dengan oogami dan isogami). oogami terjadi jika antara sel betina dan sel kelamin jantan mempunyai ukuran yang sama dan sulit dibedakan. Oogami terjadi jika antara sel kelamin jantan dan sel kelamin betina mempunyai bentuk dan ukuran yang berbeda dan mudah dibedakan. Dari peleburan dua sel kelamin tersebut, akan terjadi pembuahan yang menghasilkan zigot. Zigot akan terus berkembang menjadi individu baru
- Habitat di perairan (tawar – laut), tempat lembab. Ada yang menempel pada batuan (epilitik), tanah/lumpur/pasir (epipalik), menempel pada tumbuhan sebagai (epifitik), dan menempel pada tubuh hewan (epizoik).
2. Klasifikasi Alga
Klasifikasi Protista mirip
tumbuhan berdasarkan piqmen warna, meliputi :
a. Euglenophyta
Euglenophyta merupakan
kelompok protista yang unik karena dia memiliki sifat mirip tumbuhan dan hewan.
Dianggap mirip tumbuhan karena memiliki klorofil a dan b, juga ditemukan
karotin sehingga dia akan berfotosintesis. Euglenophyta dianggap mirip hewan
karena dapat bergerak aktif dengan pertolongan satu atau beberapa bulu cambuk
(flagela) yang keluar dari selnya. Karena mempunyai alat gerak, dia dapat hidup
di perairan, misalnya air tawar dan air tergenang.
Contoh : Euglena viridis
b. Phyrrophyta (Alga
Api)
Sering disebut Dinoflagellata
karena memiliki 2 flagel. bersifat uniseluler, memiliki piqmen berupa klorofil
a dan c. Memiliki dinding sel berupa selulosa dan ada juga yang tidak memiliki
dinding sel. Disebut ganggang Api, karena mampu memancarkan cahaya
(bioluminesens) pada kondisi gelap. Hidup di air laut dan ada yang di air tawar
Contoh : Noctiluca sp,
Ceratium sp, Gonyaulax sp, Perridium sp
c.
Chlorophyta (Alga Hijau)
Ada yang uniseluler (soliter –
koloni) dan multiseluler. Tubuhnya mengandung klorofil (klorofil a dan b), dan
piqmen warna lain (karoten, xantofil). Hidup melayang-layang di air tawar atau
air laut sebagai fitoplankton. Memiliki dinding sel yang tersusun atas selulosa
dan lignin. Bentuk tubuh (benang, lembaran, dan berkoloni). Ada yang
bersimbiosis (mutualisme) dengan fungi membentuk lichenes (lumut kerak).
Reproduksi secara aseksual (dengan
pembelahan biner untuk yang bersel satu dan fragmentasi untuk yang
berbentuk benang, pembentukan zoospora), dan secara seksual dengan
konjugasi. Konjugasi adalah perpaduan gamet yang membentuk zigospora.
Contoh :
1) Chlorococcum
sp
Struktur tubuhnya uniseluler,
tidak memiliki alat gerak, hidup di air tawar, secara vegetatif berkembang biak
dengan membentuk zoospora. Dan setiap zoospora memiliki sepasang flagella atau
berflagel dua
2) Chlorella
sp
Ganggang uniseluler berbentuk
seperti bola, kloroplasnya menyerupai mangkuk. Memiliki pyrenoid yang
mengandung protein tinggi (Protein Sel Tunggal/PST). Habitat Chlorella di air
tawar, laut maupun di tempat-tempat yang basah. Reproduksi secara vegetatif
dengan membelah.
3) Spirogyra
sp
Habitatnya di air tawar, ukuran
kloroplasnya besar menyerupai pita yang melingkar-lingkar di dalam sel.
Kloroplasnya mengandung banyak pyrenoid untuk menyimpan hasil berupa
fotosintesis amilum.
Reproduksi vegetatif dengan
fragmentasi, sedang secara seksual dengan cara konjugasi yang berlangsung
sebagai berikut : Dua sel filamen yang berbeda jenis (+ dan –)
berdekatan, kemudian filamen tersebut membuat tonjolan yang akhirnya
bergabung membentuk sebuah saluran/pembuluh yang menghubungkan plasma selnya.
Selanjutnya plasma sel berjenis + mengalir menuju plasma – dengan demikian
terjadilah penyatuan plasma (plasmogami), yang kemudian diikuti oleh
penggabungan inti sel (kariogami). Penyatuan ini menghasilkan zigospora yang
diploid. Zigospora bermeiosis menghasilkan empat sel baru yang haploid. Keempat
sel ini biasanya satu sel tumbuh menjadi filamen Spirogyra yang baru.
4) Ulva
sp
Habitat Ulva di air laut, air
payau, menempel pada kayu atau batu-batu karang sepanjang pantai.. memiliki
bentuk thalus (berupa lembaran).
5) Chlamydomonas
sp
Memiliki bentuk bulat telur,
berflagel dua di ujung depan, kloroplas berbentuk seperti mangkuk atau
pita, terdapat stigma (bintik mata)
d. Chrysophyta
(Alga cokelat-keemasan)
Ada yang uniseluler dan ada yang
multiseluler, dan banyak yang berflagel. Memiliki piqmen warna yang dominan
adalah karotin, fukosantin (coklat kuning) dan piqmen warna lain klorofil
a dan b. Sebagian besar kelompok ini adalah Diatom. Diatom
mempunyai bentuk kotak dan memiliki dinding sel. Sel tersusun atas dua belahan,
yaitu : wadah (hipoteka) dan tutup (epiteka). Dinding sel mengandung zat
kersik, sehingga sering disebut ganggang kersik atau tanah diatom.
Manfaat : untuk bahan penggosok, bahan isolasi, bahan dasar kosmetik, dan
penyekat dinamit, penyaring kolam renang
Contoh : Diatom, Navicula,
Cyclotella, dan Pinnularia
e. Phaeophyta
(Alga Coklat)
Tubuhnya menyerupai tumbuhan
tingkat tinggi, bersifat multiseluler, memiliki piqmen berupa xantofil,
fukosantin, klorofil a dan c, habitat di dasar laut, reproduksi secara
metagenesis (pergantian keturunan antara vegetatif dan generatif). Vegetatif
dengan cara fragmentasi, zoospora. Sedangkan generatif dengan cara oogami
(peleburan antar ovum dan
spermatozoid).
Contoh :
- Laminaria sp, penghasil asam alginat (untuk produksi tekstil, kosmetik dan makanan)
- Sargassum sp,
- Fucus sp,
- Turbinaria sp,
- Macrocystis sp
f. Rodhophyta
(Alga Merah)
Bersifat multiseluler, memiliki
piqmen fikobilin yang terdiri dari fikoreitrin (merah) dan fikosianin (biru),
klorofil. habitat di dasar laut, seperti rumput sehingga sering disebut dengan
rumput laut (sea weed). Reproduksi secara Vegetatif
dengan pembentukan spora, dan secara generatif dengan peleburan
antar ovum dan spermatozoid. Sering dimanfaatkan untuk bahan makanan
(agar-agar) dan kosmetika.
Contoh : Euchema spinosum,
Glacilaria sp, Gelidium sp, Gigartina mammilosa, Erytrophylum
sp, Macrocladia sp
Ganggang Biru (Kingdom Monera)
GANGGANG BIRU merupakan
ganggang yang paling sederhana. Dalam beberapa hal, strukturnya mirip dengan
sel bakteri sehingga sementara ahli ada yang menggunakan istilah bakteri hijau
biru (Cyanobacteria) untuk organisme tersebut. Sungguhpun demikian, organisme
tersebut memiliki klorofil a sebagai organ fotosintesis yang berbeda dengan
klorofil pada bakteri fotosintesis. Selain itu, ganggang tersebut juga
melepaskan O2 sebagai
hasil fotosintesis yang tidak dijumpai pada bakteri. Alasan inilah yang
menempatkan organisme tersebut dalam kelompok tersendiri, yaitu Cyanophyta.
CIRI UMUM:
·
Tipe
sel: sel Prokariotik (sama dengan bakteri)
·
Uniseluler
dan Multiseluler
·
Memiliki
pigmen fikosianin
·
Klorofil
tidak di dalam kloroplas, tetapi tersebar di seluruh sitoplasma
HABITAT
GANGGANG BIRU
·
Perairan
(terutama perairan tawar) dan tempat-tempat lembab.
·
Mampu
hidup pada perairan dengan suhu sampai 85 derajat C (sumber air panas) sehingga
Ganggang Biru merupakan salah satu vegetasi perintis.
BERDASARKAN PERBEDAAN PIGMEN, GANGGANG
DIBAGI MENJADI 4 DIVISIO
1.
CLOROPHYTA (ganggang hijau)Mengandung pigmen
hijau, yaitu klorofil
Contoh :
Contoh :
·
Chlamydomonas
sp.
·
Chlorella
sp.
·
Euglena
sp. Volvox sp. makhluk transisi
antara ganggang dan protozoa
2. CHRYSOPHYTA (ganggang
keemasan)Memiliki pigmen Karoten, disamping
adanya klorofil.
Contohnya yang paling umum adalah Navicula sp. (Ganggang kresik = Diatomae), ganggang ini mengandung zat kersik yaitu silikat. Tanah yang mengandung ganggang ini disebut Tanah Diatom, baik sekali sebagai bahan lapisan pada dinamit, dapat pula digunakan sebagai bahan penggosok, saringan dan lain-lain.
Contohnya yang paling umum adalah Navicula sp. (Ganggang kresik = Diatomae), ganggang ini mengandung zat kersik yaitu silikat. Tanah yang mengandung ganggang ini disebut Tanah Diatom, baik sekali sebagai bahan lapisan pada dinamit, dapat pula digunakan sebagai bahan penggosok, saringan dan lain-lain.
3.
PHAEOPHYTA (ganggang pirang = ganggang
coklat)
Memiliki pigmen Fikosantin, disamping adanya klorofil. Semua anggotanya hidup di laut.
Memiliki pigmen Fikosantin, disamping adanya klorofil. Semua anggotanya hidup di laut.
Contohnya:
·
Turbinaria australis
·
Sargassum siliquosum
·
Fucus vesiculosus (bahan pewarna alami)
Beberapa
jenis ganggang ini menghasil-kan Asam Alginat yang berguna bagi industri
tekstil dan makanan sebagai zat warna.
4.
RHODOPHYTA (ganggang merah)
Memiliki
pigmen Fikoeritrin, di samping ada-nya klorofil.
Contohnya:
Contohnya:
·
Eucheuma
spinosum, merupakan penghasil agar-agar.
·
Gracillaria
sp., menghasilkan bahan untuk pembuatan kosmetika
Lumut
merupakan tumbuhan darat sejati, walaupun masih menyukai tempat yang lembab dan
basah. Lumut yang hidup di air jarang kita jumpai, kecuali lumut gambut
(sphagnum sp.).
PERANAN GANGGANG
BIRU DALAM KEHIDUPAN
Ganggang biru
berperan dalam kehidupan manusia, ada yang menguntungkan dan ada yang merugikan.
a. Ganggang biru
yang menguntungkan
Ganggang biru adalah fitoplankton di ekositem perairan dan berperan sebagai produsen dalam rantai makanan. Hal itu penting untuk perikanan air tawar maupun air laut.
Ganggang biru adalah fitoplankton di ekositem perairan dan berperan sebagai produsen dalam rantai makanan. Hal itu penting untuk perikanan air tawar maupun air laut.
Ada sebagian
ganggang biru yang dapat menyuburkan tanah karena mampu memfiksasi N2 dari
udaara, misalnya Nostoc daan Gloeocapsa. Anebaena azollae bersimbiosis dengan
paku air (Azolla pinnata) yang hidup terapung di air. Daun Azolla pinnata
mengandung nitrat hasil fisasi N2 oleh Anabaena azollae. Kandungan
nitrogen yang banyak di dalam taanah adalah sutu pertanda kesuburan tanah itu.
Beberapa jenis
ganggang biru mulai dikembangkan untuk sumber makanan yaang bernilai gizi
tinggi, misalnya Spirulina maxima yang dimanfaatkan untuk sumber protein
disebut Protein Sel Tunggal (PST).
b. Ganggang biru
yang merugikan
Ada beberapa ganggang biru yang merugikan karena menyebabkan kematian organisme di dalam air maupun yang minum air beracun tersebut. Misalnya, Microcystis aurugynosa, Anabaena flosaquae, dan Aphanizomenom sp.
Ada beberapa ganggang biru yang merugikan karena menyebabkan kematian organisme di dalam air maupun yang minum air beracun tersebut. Misalnya, Microcystis aurugynosa, Anabaena flosaquae, dan Aphanizomenom sp.
MACAM GANGGANG BIRU
1. Alga
biru uniseluler
·
Chroococcus -> hidup di air/kolam
yang tenang
·
Gloeocapsa -> hidup pada batu atau
epifit pada tumbuhan lain
2.
Alga biru uniseluler berkoloni
·
Polycistis
·
Spirulina -> dapat diolah menjadi
makanan kesehatan (food
suplement)
suplement)
3. Alga
biru berbentuk benang
·
Oscillatoria
·
Nostoc commune
·
anabaena azollae dan anabaena cycadae
bersimbiosis dengan Azolla
pinnata dan Cycas rumphii.
pinnata dan Cycas rumphii.
Simbiosis Anabaena
azollae dnegan Azolla pinnata sebagai alternatif pupuk Urea, karena simbiosis
ini dapat meningkatkan kadar Nitrogen di lahan persawahan.
Ganggang merupakan
tumbuhan yang belum mempunyai akar, batang dan daun yang sebenarnya, tetapi
sudah memiliki klorofil sehingga bersifat autotrof. Tubuhnya terdiri atas satu
sel (uniseluler) dan ada pula yang banyak sel (multi seluler). Yang Uniseluler
umumnya sebagai Fitoplankton sedang yang multiseluler dapat hidup sebagai
Nekton, Bentos atau Perifiton.
Habitat alga adalah air
atau di tempat basah, sebagai Epifit atau sebagai Endofit.
Ganggang berkembang
biak dengan cara vegetatif dan generatif.
Protista mirip jamur
Protista mirip jamur tidak dimasukkan ke dalam fungi
karena struktur tubuh dan cara reproduksinya berbeda. Reproduksi jamur mirip
fungi, tetapi gerakan pada fase vegetatifnya mirip amoeba (protozoa). Meskipun
tidak berklorofil, struktur membran jamur ini mirip ganggang.
Protista
mirip jamur dibedakan menjadi 2 kelompok, yaitu mycomycota dan oomycota
1.
Mycomycota
(Jamur Lendir)
Habitat di hutan basah, batang kayu yang membusuk,
sampah basah, dan tanah yang lembap. Fase vegetatif berbentuk seperti lendir.
Sifat seperti Amoeba, reproduksi mirip jamur.
Contoh:
- Physarum sp , merupakan jamur lendir tak bersekat, sel-selnya tidak dapat dipisahkan
- Dictyostelium discoideum, merupakan jamur lendir bersekat, sel-selnya dapat dipisahkan
2.
Oomycota (Jamur Air)
Jamur air dimasukkan ke kingdom Protista karena
strukturnya mirip alga, tetapi tidak berklorofil. Hifa tidak bersekat, intinya
banyak. Dinding sel berupa selulosa. Reproduksi aseksual dengan zoospora dan
seksual menghasilkan zigot.
Contoh:
- Phytophythora infestan (parasit pada kentang),
- Phytium sp (penyebab penyakit busuk pada kecambah berbagai tanaman).
- Saprolegnia parasitica (parasit pada ikan)



Komentar