Langsung ke konten utama

Laporan praktikum "kenaikan titik didih dan penurunan titik beku"



LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA
KENAIKAN TITIK DIDIH
DAN
PENURUNAN TITIK BEKU










Oleh :

DINDA OKTAVIANTRI (8)
XII IPA 5

UPTD SMA NEGERI 3 NGANJUK
2016


ALAT DAN BAHAN

1.1  Alat
1.      Pipet
2.      Penjepit Kayu
3.      Tabung Reaksi
4.      Termometer
5.      Korek Api
6.      Gelas ukur
7.      Spirtus
8.      Korek api

1.2  Bahan
1.      Es batu
2.      Larutan gula
3.      Larutan urea
4.      Garam







LANGKAH LANGKAH KERJA

2.1  Kenaikan titik didih
1.      Siapkan alat dan bahan yang telah ditentukan.
2.      Ambilah larutan Gula 1 dan 2 molal dan Urea 1 dan 2 molal.
3.      Kemudian tuangkan larutan gula dan urea kedalam gelas kimia,aduklah larutan gula tersebut,kemudian ukur suhu awal,selanjutnya panaskan gula terlebih dahulu. Titik didih diukur saat gula mulai mendidih menggunakan termometer.
4.      Saat sudah mulai mendidih, ukur suhunya menggunakan termometer.
5.      Catat hasilnya, kemudian lakukan hal yang sama pada larutan urea.

2.2  Kenaikan titik beku
1.      Masukkan butiran es kedalam gelas kimia 500 ml. Masukkan pula garam yang telah dihaluskan secukupnya.
2.      Masukkan larutan NaCl ke dalam tabung reaksi, dan masukkan pula pengaduk ke dalam tabung reaksi.
3.      Masukkan tabung reaksi ke dalam gelas kimia yang telah diberi es dan garam.
4.      Goyangkan tabung reaksi agar larutan membeku. Tunggu beberapa saat untuk melihat apakah larutan sudah beku.
5.      Ukurlah titik beku larutan.
6.      Ulangi percobaan tersebut dengan menggunakan larutan Urea.



HASIL PENGAMATAN

3.1  Hasil Pengukuran titik didih
No.
Larutan
Konsentrasi
Suhu Awal
Suhu Akhir
1.
Larutan Gula 1, 8 gr
1 Molal
30° C
87° C
2.
Larutan Gula 3, 6 gr
2 Molal
30° C
90° C
3.
Larutan Urea 0, 6 gr
1 Molal
23° C
92° C
4.
Larutan Urea 1, 2 gr
2 Molal
23° C
92° C


3.2  Hasil pengukuran titik beku
No.
Larutan
Konsentrasi
Suhu Awal
Suhu Akhir
1.
Larutan Gula 1, 8 gr
1 Molal
30° C
-8° C
2.
Larutan Gula 3, 6 gr
2 Molal
30° C
-5° C
3.
Larutan Urea 0, 6 gr
1 Molal
30° C
-8° C
4.
Larutan Urea 1, 2 gr
2 Molal
30° C
-10° C








KESIMPULAN

  1. Penurunan titik beku dan kenaikan titik didih dipengaruhi oleh larutan zat, kemolalan larutan, massa zat terlarut dan massa pelarutnya.
  2. Semakin lama waktu yang diberikan maka semakin rendah pula titik bekunya. Semaik lama waktu yang diberikan maka semakin tinggi pula titik didihnya.
  3. Kenaikan titik didih dan penurunan titik beku larutan elektrolit (larutan gula) lebih besar daripada larutan non-elektrolit (larutan urea)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dialog Cerita Asal Usul Aksara Jawa

ASAL – USUL AKSARA JAWA Pada jaman dahulu kala, hiduplah seorang laki – laki yang berwibawa, sakti nan gagah berani. Ia tinggal di sebuah desa yang gemahripah lohjinawi yaitu Medhang Kawit. Ia mempunyai 2 orang abdi sakti yang sangat setia bersamanya bernama Dora dan Sembada. Panggil saja ia dengan Aji Saka.             Aji Saka mempunyai sorban dan keris. Yang keduanya adalah pusaka yang sangat sakti hingga tidak ada yang bisa menandinginya. Sorbannya bisa melebar seluas samudra, dan kerisnya bisa membelah jagat raya.             Ketika Aji Saka hendak mengembara, ia menitipkan kerisnya kepada Sembada. Kemudian ia berangkat mengembara ditemani oleh Dora. Diperjalanan mereka bertemu dengan pedagang yang sedang dirampok. Ternyata pedagang tersebut akan menjadi santapan seorang raja yang sangat kejam, bernama Dewata Cengkar. Singkat cerita, Dora diperintahkan Aji Sa...

Pengertian,ciri-ciri, struktur, reproduksi, klasifikasi, jenis-jenis bakteri

Pengertian Bakteri Bakteri dilihat dengan mikroskop elektron Bakteri berasal dari bahasa Latin bacterium; jamak: bacteria adalah kelompok organisme yang tidak memiliki membran inti sel. Organisme ini termasuk ke dalam domain prokariota dan berukuran sangat kecil (mikroskopik). Hal ini menyebabkan organisme ini sangat sulit untuk dideteksi, terutama sebelum ditemukannya mikroskop. Barulah setelah abad ke-19 (setelah ditemukannya mikroskop), ilmu tentang mikroorganisme terutama bakteri (bakteriologi) mulai berkembang. Ciri Ciri Morfologi Bakteri Morfologi bakteri sangat sederhana, sehingga sangat tidak mungkin hanya menggunakan morfologi sel untuk informasi taksonomi. Namun demikian morfologi tetap bernilai dalam taksonomi. Morfologi bakteri yang dipertimbangkan adalah : A. Bentuk sel bakteri Pada umumnya bakteri dibagi menjadi tiga golongan besar (berdasarkan bentuknya) yaitu: 1. Kokus (Coccus) adalah bakteri yang berbentuk bulat seperti bola dan mempunyai be...

Laporan Percobaan elektrolisis dan penyepuhan KIMIA

PERCOBAAN ELEKTROLISIS 1.       Tujuan : Mengamati peristiwa yang terjadi pada reaksi elektrolisis 2.       Alat dan Bahan 1.       2 Elektroda karbo n 2.       Kabel 1 m 3.       4 Baterai 1,5 volt 4.       Gelas Kimia 5.       Tabung U 6.       Amilum (C 6 H 10 H 5 ) 7.       2 Paku (baru, belum berkarat)                              8.       Larutan KI 9.       Pipet tetes 10.   Larutan fenolftalein 11.   Statif 12.   Corong kaca 13.   Kertas lakmus merah 14.   Solasi 3.       Cara...